Sarang Bokep

Cerita Sex, Foto Mesum, Video Bokep Indo

Cerita Sex Ketagihan Ngewe Bareng Mertuaku Sendiri

cerita sex

© SarangBokep

Cerita Sex – Aku udah hampir menikah lima tahun lamanya dengan istriku Susi, dia bekerja di salah satu BPR atau Bank suwasta di jawa timur, dan aku sebagai wirasuwasta atau buka usaha sendiri di bidang Bengkel mobil di rumah.

Umurku 34 tahun, sedangkan istriku Susi usianya 24 tahun. Susi orangnya cantik, kulit putih seksi seperti ibunya, Aku bahagia mempunyai istri seperti dia. Ibu mertuaku sebut saja mama Santi, beliaupun gak kalah cantik dengan anaknya Susi, meskipun usianya hampir kepala empat atau usianya sekarang masih 39 tahun.

Ibu mertuaku adalah salah satu istri simpenan atau istri ke dua dari seorang bapak polisi di daerah jawa timur, jarang sekali suaminya pulang ke rumah, suaminya kalau pulang dua minggu sekali kalau cepet paling satu minggu sekali. Dan ibu mertuaku punya usaha sendiri, dan Ibu nertuaku tiap hari punya kesibukan, beliau punya usaha Butik. Aku dan istriku masih satu rumah dengan Ibu mertuaku, meskipun aku udah punya rumah sendiri, karena istriku dengan tempat dia kerja jaraknya gak jauh jadi kami berdua memutuskan tinggal di rumah mertuaku. Ibu mertuaku sering kesepian kalau pulang dari Butiknya, dan istriku juga sibuk sekali dengan pekerjaanya, apalagi kalau akhir bulan kalau pulang sampai jam 10 malam.

kami jadi kurang banyak berkomunikasi tapi sejak istriku sibuk dengan pekerjaanya, aku dan Mama Santi jadi semakin akrab karena aku tiap hari di rumah meskipun usaha bengkelku rame tapi yang bekerja adalah temanku atau anak buahku, dan aku yang jaga toko onderdelnya, jadi aku sering ngobrol sama mama Santi akhirnya kami deket dan sapai sering melakukan hubungan seks. Setiap hari kami bisa melakukanya hampir setiap hari ( hubungan seks). Karena istriku jarang di rumah dan kalau pulang malam, kadang sampai lembur pulangnya telat.

1 bulan yang lalu istriku di tugaskan di jawa tengah karena ada training manajer dan istriku 1minggu di jawa tengah. Aku berangkat ngantar istriku di terminal Bus setelah kuantar, aku mampir ke rumahku sendiri dan aku pulang ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.30 malam, ternyata mertuaku belum tidur. Beliau masih nonton TV di ruang tamu.

“lho,,, Mama belum tidur to…” tanyaku.

“Belum niko, aku kalau di rumah gak ada orang gak bisa tidur” jawab Mama Santi.

“Maaf Ma, tadi saya mampir ke rumah dulu bersih-bersih jadi pulangnya kemaleman” jawabku.

“Gak papa, Susi pulangnya kapan ko?” Tanya Mama Santi.

“kalau gak salah Sabtu sore mungkin Ma, maaf ma, saya ke kamar dudu udah malam” jawabku.

“Ya, silahkan” Mama Santi.

Akhirnya aku masuk ke kamar lanjut tidur. Keesokannya pada hari Kamis pagi aku baru terbangun dan jalan mau ke ruang makan aku melihat Mama santi udah menyiapkan sarapan pagiku, karena kami gak punya pembantu dan menunya favoritku nasi goring telur ceplok.

“Lagi bangun Ko..?” Mama Santi.

“Hehehe iya ma, wah menunya kesukaanku ya Ma, terima kasih banget.” Jawabku.

“Kamu hari ini ada kerjaan di luar gak Ko?” Mama Santi.

“Emmmm… kayaknya gak ada Ma, paling di rumah aja kalau gak paling cuci Mobil” jawabku.

“Bisa ngantar mama gak kamu ko, ngantar pesanan baju pesanan” Mama santi.

“Iya Ma, saya antar..” jawabku.

Dan akhirnya aku antar pesanan Mama, dan kami pergi dari jam 08.00 sampai jam 07.30 malam. Selama di perjalanan, Mama menceritakan bahwa beliau merasa kesepian sejak Susi kerja di Bank BPR itu di tambah suaminya pun jarang pulang, dan beliau masih beruntung karena dari Susi di tugaskan ada aku yang di rumah jadi Ibu mertuaku gak kesepian. Sejak aku mengantar mertuaku kami jadi akrab dengan mertuaku.

Sampai di rumah setelah aku mengantar Mama Santi aku lanjut mandi, lalu aku nonto Tv dan mama akhirnya juga ikut nonton TV, akhirnya kami nontonTV bersama-sama, tapi mama saat nonton TV memakai baju tidur yang modelnya belahan kayak baju handuk. Dan aku hanya pakai kaos dan celana pendek. Tiba-tiba Mama minta tolong untuk memijat dirinya.

“Niko, kamu capek gak tolong pijitin leherku bentar pegal banget nih rasanya…” Mama.

“Gak juga Ma, iya sebelah mana?” jawabku sambil bertanya.

“Sebelah sini leher dan di bawah leher dikit..” jawab Mama.

Lalu aku mulai memijitnya sambil berdiri dan mama Santi tetep duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya pelan-pelan, dan awalnya aku biasa saja karena aku menghormati bahwa yang aku pijitin adalah Ibu mertuaku, semakin aku memijit ke punggungnya aku mulai terangsang saat melihat lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut, kemudian aku mijit ke punggunya lalu baju tidurnya diturunkan agak ke bawah ternyata Mama Santi tidak memakai BH dan toketnya kelihatan sedikit dari punggungnya dan tubuhnya pun harum samapi terpesona aku.

“Maaf, Ma jadi punggung Mama di dipijit?” tanyaku.

“Iya… jadi, punggung Mama juga pegal banget Ko…” jawab Mama Santi.
Sebenernya aku sungkan, karena tanganku memijit punggungnya, sesampai lehernya yang putih dan bersih dan mulus aku mulai nafsu.

Tiba-tiba Mama berpaling ke hadapanku dan langsung mencium bibirku, aku sangat kaget sekali ternyata Mama Santi terangsang saat aku pijit,

“Niko, Mama butuh kamu…?” desahan Mama.

Aku tidak menjawab karena Mama menikmati ciumanya sampai lidah kami bertautan. Tiba-tiba tanganku diarahkan ke Toketnya sehingga putingnya yang kenyal tersentuh tanganku. ini membuatku semakin tambah nafsu dan terangsang, aku lalu berpindah posisiku, dari belakang sofa yang di duduki mama, lalu mama melepaskan bajunya sampai kelihatan tubuhnya yang mulus dan masih seksi itu. Aku baru melihat ternyata mertuaku sangat seksi sekali dan baru pertama kali ini aku melihatnya.

“Niko jangan bengong, ayo…Mama pengen ni,,?”

“ Iya Ma,,,” aku juga pengen” jawabku.

Sampai tanganku di tarik dan aku sampai terjatuh di atas tubuhnya mertuaku atau Mama Santi, bibirku langsung dikecupnya kembali sambil menyiumi leherku. Aku sangat terangsang hebat. Tanganku langsung memegang toketnya yang berukuran 36B langsung kuremas-remas dan putingnya kupelintir membuat Mama Santi sampai menggoyangkan tubuhnya karena keenakan.

Tangannya Mama langsung memegang batangku penisku yang masih ada di dalam celana pendekku. Lalu celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengocok penisku dengan lembut yang membuatku gairah. aku langsung mulai memainkan toketnyapa kuciumi, kuhisap dan putingnya sambil kugigit gemas, Mama mulai kelojotan, lalu Mama memainkan batang penisku lagi lanjut di kulumnya pelan-pelan sampai pol.

Kemudian tanganku masuk ke celana dalamnya, pahanya yang putih mulus lalu kuraba memeknya yang berbulu lebat. Sambil kumainkan klitorisnya dan Sesekali jari tengahku masuk ke lubang memeknya dan kukocokan sampai Mama merasakan gairah yang hebat dan mendesah ke enakan. Hampir 10 menit lamanya setelah memeknya telah keluar cairan, kulepaskan tanganku dari memeknya dan Mama Santi melepaskan tangannya dari batangku yang sudah sangat keras sekali.

Mama lalu berpindah posisi, beliau melepaskan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan tubuh tinggi 168cm, toket kira-kira berukuran 36B dan memeknya yang berbulu lebat, membuatku menahan ludah.

“Niko, ayo… puasin Mama..?” Mama Sinta.

“Hem…..Tubuh Mama seksi sekali, bagusan tubuhnya Mama ya …” jawabku sambil genit dan merayu.

“Ah… masak sih..” jawab Mama sambil senyam-senyum.

“Beneran Ma, Asli ” jawabku kembali.

“Ah.. kamu bisa aja, ayo sekarang aku puasin Mama udah gak sabar pingin kamu puasin,” Mama.
Mama langsung berposisi duduk di sofa langsung celana dalamku aku lepaskan lalu batang penisku sudah di genggam sama Mama,

“Ko, penismu besar sekali, pasti Susi puas yah,” sambil tersenyum tanya Mamah.

“Ah..gak juga sih Ma, Susi biasa aja Ma…”jawabku kembali.

Kepala batangku langsung dinikmati Mama, dijilatnya dengan lembut, lalu di kulumnya sambil maju mundur sampai pol dan biji pelirku di nikmatinya. Aku pun sudah kelojotan, karena menikmatinya karena memainkan batangku dengan lembut dan hebat. Setelah itu Mama Sinta duduk di Sofa lalu aku jongkok, Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Lalu memeknya Mama Sinta aku nikmati sambil kujilat memeknya dan aku mainkan klitorisnya pakai lidahku, Mama Sinta menjerit keenakan dan tubuhnya bergerak kanan kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan.

“Ahhhhhh… mmhhhhhh.. ohhhhhhh oghh,, nikmat Ko,,kamu hebat Ko,,, ” desahan Mama Sinta

Lalu aku melebarkan kakinya biar mudah masuk batang penisku ke dalam memeknya, tapi yang aku rasakan memeknya Mama Santii masih sempit dan aku,

“Ma… meknya masih sempit ya… kayak masih perawan susah banget aku masukin,” Aku.

“Memangnya kenapa Ko,?” jawab Mama.

“Iya Ma, aku senang bisa maukan batang penisku ke memek Mama yang masih sempit ini,” Aku.

“Ahhhhhhh…emhhhhhhhhhh…ouhhhhhhh, punyamu besar sekali Ko, sampai susah masukinya” desahan Mama.

Lalu kugerakan maju-mundur menekan Memeknya Mama, beliau hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan menikmatinya, bokongnya digoyangkan membuatku semakin semangat gerakanku maju mundur sampai penisku masuk pol ke memenya Mama.

“Ko.. ahhhhhhhh.. mhhhhhh.. aahhhhhh.. uuhhhhhhh…”

Sambil toketnya ku remas-remas, kuhisap, kujilat, dan kukenyot sampai putingnya mengeras sampai Mama menggerakan badanya hebat sekali kayak ulet, Tangannya memeluk tubuhku dengan kuat hampir 15 menit lamanya yang tiba-tiba Mama Sinta berteriak karena orgasme sampai cairan telah keluar dari memeknya membasahi batangku yang masih di dalam memeknya.

“Ko…auhhhhhhh.. ahhhhhhhhh.. aahhhhhhhhh, Mama keluar nih Ko…?”

Lalu Mama Sinta berpindah posisi nungging, lalu ku masukkan lagi batang penisku dari belakang, sambil toketnya kuremas-remas sambil kuciumi lehernya dari belakang. Hal ini kulakukan sampai 10menit lagi-lagi Mama Sinta orgasme lagi yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam memeknya Mama Sinta hingga banyak yang bertetesan di sofa karena kami berdua orgasmenya bersamaan dan aku yang paling banyak ngeluarinya.

“Ahhhhhhhhhhhhhhh.. ahhhhhhhhhh.. Ma, crottttttttttttt crotttttttttttt crottttttttttttttttttt.”

“Mama sangat luar biasa banget sampe aku dipuasin juga, ”

Aku pun lemas hampir setengah jam merasakan nikmatnya memeknya mertuaku, yang memang nikmat, dan Mama Santi sudah lemas lebih dulu. Lalu kami berdua dudukan di sofa karena kami berdua kelelahan. Dan akhirnya kami sampai tertidur sampai pagi dan masih sama-sama bugil. Sebelum tertidur Mama Santi memelukku dan mencium pipiku sambil berbicara,

“Ko, Mama benar-benar puas, Mama kalau pingin pengen ngentot lagi kamu masih mau kan?” Tanya Mama.

“Iya Ma, Aku pun juga puas Ma dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Susi gak pulang.”

Kami pun bermain ngentot lagi di tempat tidur Mama, hingga menjelang pagi baru kami tidur. dari itu aku selalu tidur di kamar Mama sampai istriku pulang, dan kalau ada kesempatan untuk ngentot pun saat di siang hari missal istriku kerja kami pun melakukanya.

Demikian cerita ngentotku dengan mertuaku sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sarang Bokep © 2017 Cerita Sex