Sarang Bokep

Cerita Sex, Foto Mesum, Video Bokep Indo

Cerita Sex, Nikmatnya Bercina Dengan 3 Wanita

Cerita Sex

©SarangBokep

Cerita Sex – Ketika aku kembali dari kantor, kulihat istriku sedang mengobrol dengan seorang wanita berumur kira-kira 29 tahunan, di sebelahnya ada gadis umurnya 13 tahun. Setelah kuletakan tas kantor di kamar tidur aku ikut nimbrung mengobrol dengan istriku dan tamunya yg aku ketahui wanita itu adalah calon pembantu di rumah kami, dia seorang janda cerai dengan seorang anak gadisnya.

Malam itu aku berembuk tentang perempuan itu, sebenarnya istriku agak keberatan jika perempuan itum ngajak anaknya untuk bekerja di rumah kami yg dikatakan istriku sebagai beban tambahan, tapi setelah kuyakinkan akhirnya istriku setuju juga kalau wanita itu beserta anak gadisnya bekerja sebagai pembantu di rumah kami, alasanku karena istriku sedang sibuknya mengurus bisnis MLM-nya dan karena pernikahan kami yg sudah 6 tahun belum mendapatkan keturunan, sehingga anak gadis itu bisa kami anggap sebagai anak kami sendiri.

Keesokan harinya sekitar jam lima sore wanita itu dan anak gadisnya telah berada di rumahku untuk melakukan tugas sebagai pembantu, sebut saja wanita itu Ratna dan anak gadisnya Cinta. Karena rajinnya kerja kedua pembantuku itu, maka Cinta kuijinkan untuk meneruskan sekolah atas tanggunganku. Kulihat di wajahnya tersenyum kegirangan.

“Terima kasih Pak, Cinta senang sekali bisa meneruskan sekolah, terima kasih Pak, Bu.”

“Ya, tapi kamu harus rajin belajar, dan kalau sudah pulang sekolah kamu harus bantu ibumu,” kata istriku sambil berpelukan dengan Cinta, kulihat di wajah ibunya Ratna pun terlihat keceriaan.

Enam bulan berlalu sejak Ratna dan Cinta bekerja di rumah kami, aku berbuat mesum dengan Ratna sewaktu istriku pergi keluar kota untuk urusan bisnis MLM-nya. Hari itu hari Sabtu, malamnya istriku ke Jogja dengan kereta api, karena Sabtu kantor libur sementara Cinta sedang sekolah, aku melihat Ratna yg sedang berdiri di dapur membelakangi aku yg sedang masuk dapur selesai mencuci mobil.SarangBokep

Aku tertegun melihat tubuh Ratna yg mengunakan baju terusan warna hijau muda agak tipis sehingga terbayanglah tali BH dan celana dalam yg keduanya berwarna hitam menutupi bagian vitalnya. Pantatnya yg padat dan seksi serta betisnya yg terbungkus kulit putih dan mulus bentuknya seperti bunting padi, membuat aku merasa tersedak seakan-akan ludahku tdk bisa tertelan karena membayangi tubuh Ratna yg indah itu.

Tiba-tiba Ratna berbalik dan kaget melihatku yg baru saja membayanginya.

“Eh.. Bapak, ngagetin saya aja.”

“Eh.. Ratna boleh saya duduk, saya mau tau kenapa kamu cerai, kamu mau menceritakannya ke saya.”

“Eng.. gimana yach.. saya malu Pak, tapi bolehlah.”

Akhirnya aku duduk di meja makan sementara Ratna menceritakan sejarah hidupnya sambil terus bekerja mempersiapkan makan siang untukku. Akhirnya aku baru tahu kalau Ratna itu menikah di usia 15 tahun dan setahun kemudian dia melahirkan Cinta dan dia bercerai 2 tahun yg lalu karena suaminya yg suka mabuk, judi, main perempuan dan suka memukulinya dan pernah hampir membunuhnya dimana di punggung Ratna ada bekas tusukan pisau. Aku tertegun mendengar ceritanya sementara Ratna seakan mau menangis membayangi jalan hidupnya kulihat itu di matanya sewaktu dia bercerita. Karena rasa kasihanku kurangkul tubuh Ratna.

“Sudah, Ratna.. jangan nangis.. sekarang kamu sudah bisa hidup tenangan di sini bersama anakmu, lupakan masa lalumu yah.. saya minta maaf kalau membuat kamu harus mengingat lagi.”

“Iya.. Pak.. saya dan Cinta.. berterima kasih sekali.. Bapak dan Ibu baik.. pada kami.”

“Ya.. sudah.. sudah.. jangan nangis terus.. nanti Cinta pulang.. kamu malu deh.. kalau lagi nangis.”

Ratna menangis dalam rangkulanku, air matanya membasahi kausku tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu yg lain karena kedua payudaranya menyentuh dadaku yg membuat gejolak nafsuku meningkat. Tanpa sengaja bibir mungilnya kucium lembut dengan bibirku yg membuat dirinya gelagapan.

“Aaahh.. Bapak!”

Tapi kemudian dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yg membuat aku makin berani.

“Pak.. sshh..”

“Kenapa.. Ratna..?”

“Tdk.. Pak.. aahh.. tdk apa-apa.”

Kuangkat roknya dan aku meraba pantatnya yg padat lalu kutarik ke bawah celana dalam warna hitam miliknya sampai dengkul, pahanya kuraba dengan lembut sampai memeknya tersentuh. Ratna mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher dan pipiku diciuminya. Kumainkan jariku pada memeknya, kutusuk memeknya dengan jari tengah dan telunjukku hingga agak basah.

“Aahh.. Pak, enak sekali deh..”

“Ratna.. kalau kita lanjutkan di kamar yuk!”

“Saya sih mau aja Pak, tapi kalau nanti Ibu tahu gimana?”

“Ah, ibu khan lagi ke Jogja, lagi pulangnya kan hari Selasa.”

Kugiring Ratna ke kamarku, sampai di kamar kututup pintu dan langsung kusuruh Ratna untukmenanggalkan pakaiannya. Ratna langsung menuruti keinginanku, seluruh pakaiannya ditanggalkan hingga dia bugil. Yg agak mengagetkanku karena keindahan tubuh Ratna. Ratna dengan tinggi sekitar 167 cm memiliki payudara yg kencang dan montok dibungkus kulit yg putih bersih, pinggulRatna agak kurus tapi pantatnya yg agak besar dan padat dan memeknya yg ditutupi bulu halus agak lebat membuat aku seakan tdk bisa menelan ludahku. Kalau aku beri nilai tubuh Ratna nilainya 9.9, hampir sempurna.

“Bapak, baju Bapak juga dilepas dong, jangan bengong melihat tubuh Ratna.”

“Ratna, tubuhmu indah sekali, lebih indah dari tubuhnya Ibu.”

“Ah, masa sih Pak?”

“Iya Ratna, tahu gitu kamu saja yg jadi Ibu deh.”

“Ah Bapak bisa aja nih, tapi kalau Ratna jadi Ibu, Ratna mau kok jadi ibu ke dua.”

Aku langsung menanggalkan pakaianku dan penisku langsung menegang keras dan panjang.Kuhampiri Ratna langsung kucium bibirnya, dipeluknya diriku, tangan mungil Ratna meraba-raba penisku lalu dikocoknya, liang memeknya kusentuh dan kutusuk dengan jariku, kami bergelinjang bersamaan. Kami menjatuhkan diri kami bersamaan ke tempat tidur.

“Ratna, kamu mau nggak hisap kontol saya, saya jilatin memekmu.” Ratna hanya mengangguk lalu kami ambil posisiseperti angka 69.

Penisku sudah digenggam oleh tangannya lalu dijilat, dikulum dan disedot sambil sesekali dikocoknya. Liang memeknya sudah kujilati dengan lembutnya, memeknya mengeluarkan bau hRatna yg wangi, sementara rasanya agak manis terlebih ketika bijiklitorisnya terjilat.

Hampir 10 menit lamanya ketika keluar cairan putih kental membasahi liang memek itu dan langsung kutelan habis.

“Aaakkhh.. aakkhh..” rintih Ratna kelojotan.

Tapi lima menit kemudian giliranku yg kelojotan karena keluarlah cairan dari penisku membasahi muka Ratna tapi dengan sigap dia langsung menelannya hingga habis lalu “helm” dan batangku dibersihkan dengan lidahnya.

Setelah itu, aku merubah posisi, aku berbaring sedangkan Ratna kusuruh naik dan jongkokdi selangkanganku. Lalu tangannya menggapai penisku diarahkannya ke liang memeknya. Tapi karena liang memek Ratna yg sudah lama tdk dimasukan sesuatu jadi agak sempit sehinggaaku bantu dengan beberapa kali sodokkan, baru memek itu tertembus penisku.

“Blleess.. jlebb.. jlebb..”

Kulihat Ratna agak menahan nafas karena batangku yg besar dan panjang telah menembus memeknya.

“Heekkh.. heekkhh.. punya Bapak gede banget sih Pak, tapi Ratna suka deh rasanya sodokannya sampai perut Ratna.”

Tubuh Ratna Cintaik-turunkan dan sesekali berputar, sewaktu berputar aku merasakan kenikmatan yg luar biasa.

“Ratna, memekmu enak sekali, batangku kayak diperas-peras oleh memekmu, terus terang Bapak barukali ini merasakannya, Ratna enak sekali.”

Setengah jam kemudian, aku merubah posisi dengan penisku masih di dalam memek Ratna, aku duduk dan kuangkat tubuhnya lalu kubaringkan tubuhnya di sisi tempat tidur dengan kaki Ratna menggantung, kutindih tubuhnya sehingga membuat sodokan batangku jadi lebih terasa ke dalam lagi masuk memeknya. “Aakkhh.. aakkhh, iya Pak enakan gaya gini.” Payudaranya yg mancung dan puting yg agak kecoklatan sudah kucium, kuremas dan kusedot-sedot.

15 menit kemudian kami ganti posisi lagi, kali ini kami berposisi doggie style, liang memeknya kusodok oleh penisku dari belakang, Ratna menungging aku berdiri. Kuhentak batanganku masuk lebih dalam lagi ke memek Ratna yg hampir 15 menit kemudian Ratna menjerit.

“Akhh.. arghh.. sshh.. sshh.. Pak, Ratna keluar nih.. akhh.. sshh..”

Keluarlah cairan dari memek Ratna yg membasahi dinding memeknya dan penisku yg masih terbenam di dalamnya sehingga memek itu agak licin, tetapi tetap kusodok lebih keras lagi hingga 10 menit kemudian aku pun berasa ingin menembakkan cairan dari kemaluanku.

“Ratna.. saya juga mau keluar nih, saya nggak tahan nich..”

” Pak.. tolong keluarin di dalam saja yach.. saya mau cobain kehangatan cairan Bapak, dan saya kan siap jadi ibu ke dua.”

“Crreeett.. creeeett.. crreeeett..”

Keluarlah cairanku membasahi liang memek Ratna, karena banyaknya cairanku hingga luber dan menetes ke paha Ratna. Lalu kulepaskan batangku dari memeknya dan kami langsung terbaring lemas tak berdaya di tempat tidurku.

Lima menit kemudian yg sebenarnya kami ingin istirahat, aku mendengar suara dari luar kamartidurku kami tersentak kaget. Setelah berpakaian kusuruh Ratna keluar kamarku yg rupanya Cinta ada di ruang makan, ia mencari-cari ibunya setelah pulang dari sekolah.

Malam harinya setelah Cinta tertidur, Ratna kembali masuk kamarku untuk bermain lagi denganku.Keesokan harinya, setelah aku terbangun kira-kira jam 8:00, aku keluar kamar, aku mencariRatna, tapi yg aku temukan hanya Cinta yg sedang menonton TV. Rupanya aku baru ingat kalau setiap Minggu pagi Ratna pergi berbelanja ke pasar. Setelah mandi kutemani Cinta yg lagi duduk di karpet sambil nonton TV, sedangkan aku duduk di sofa.

“Cinta.. gimana sekolah kamu..?”

“Baik.. Pak, bulan depan mau ulangan umum.”

“Mmm, ya sudah kamu belajar yg rajin yah, biar Ibu kamu bangga.”

“Pak, boleh Cinta tanya?”

“Iya, kenapa Cinta..?”

“Kemarin ketika Cinta pulang sekolah, Cinta kan cari ibu Cinta, pas buka kamar Bapak, Cinta melihat Bapak dan ibu Cinta lagi telanjang terus Cinta lihat kalau Ibu Cinta ditusuk dari belakang oleh Bapak, ada sesuatu punya Bapak yg masuk ke badan ibu Cinta, maaf yach Pak, Cinta lancang. Mama Ratna lagi diapain sih sama Bapak?”

“Hah, jadi kamu sempat melihat ibumu telanjang.”

“Iya Pak, tapi kok Mama Ratna kayaknya keenakan ya. Cinta jadi kepingin dech Pak kayak ibu Cinta.”

“Kamu serius Fik, kamu mau?”

“Iya Pak.”

Kulihat Cinta tersipu malu menjawab pertanyaan dariku, sementara rok Cinta tersingkap sewaktududuknya bergeser sehingga pahanya yg putih mulus terlihat oleh mataku yg membuatku langsung terangsang. Kusuruh Cinta duduk dipangkuanku.

“Fik, sini kamu duduk di pangkuan Bapak.” Ketika dia berdiri menujuku, aku membuka resleting celanaku dan kuturunkan celana dalamku lalu aku keluarkan penisku yg sudah menegang, sebelum Cinta duduk di pangkuanku, celana dalamnya yg putih kuturunkan sehingga memek mungil putih bersih milikgadis 13 tahun ini ada di hadapanku, menyerbakan aroma wangi dari memeknya yg ditutupi bulu-bulu halus dan langsung kujilat dengan lembutnya.

Cinta memegang kepalaku dan tubuhnya menggeliat.

“Aahh.. sshh.. enak.. Pak.. enak.. sekali.”

Memek Cinta yg masih muda itu terus kujilati karena rasanya manis-manis asin. Cinta punmakin menggelinjang, kira-kira 15 menit kemudian Cinta mulai kejang-kejang dan basahlah memek itu oleh cairan putih kental yg mengalir dari dalamnya, cairan itu kutelan habis.

“Arghh.. arghh.. Pak.. ada yg keluar nih dari tempat pipis Cinta.. eugh.. eugh..”

Tubuh Cinta langsung lemas tak berdaya, cepat-cepat kupangku. Penisku yg mengeraskutempelkan pada memeknya yg basah. Tubuhnya kuarahkan menghadapku, kemeja yg dikenakan Cinta kulepas sehingga dia hanya mengenakan baju dalam yg tipis, payudara Cinta yg baru tumbuh terbayang di balik baju dalamnya, segera kulepaskan sehingga di mukaku terpampangpayudara yg baru mekar ditutupi kulit yg putih bersih dengan dihiasi puting agak kemerahan, langsung kulahap dengan mulutku, kujilat, kugigit dan kuhisap membuat payudara itu makin mekar dan putingnya mengeras.

Sementara Cinta masih tertidur lemas, penisku yg sudahmenempel di memek Cinta yg masih sempit kusodok-sodokkan agar masuk, karena memek itu masih sempit. kumasukkan dua jariku untuk membuka memek itu, kuputar kedua jariku sehingga memek itu agak melebar dan basah.

Setelah itu kucoba lagi dengan penisku, kusodok masuk batanganku ke memek Cinta yg memang masih sempit juga walau sudah dibantu dengan jariku. Akhirnya setelah 20 kali kutekan, masuklah helm batanganku ke memek Cinta. Cinta mulai tersadar ketika batanganku menyodokmemeknya, dia pun menjerit kesakitan.

“Aawww.. aawww.. sshh.. sshh.. aawww.. sakit.. Pak.. tempat pipis Cinta.. sakit awww.. aawww..”

“Sabar sayang nanti juga enak.. sayang.. tahan ya.. sakitnya.. sebentar lagi..”

Kupeluk tubuh Cinta dan menenangkannya dari rasa sakit pada memeknya yg robek oleh batangkemaluan milikku yg memang super besar.

Sodokkanku pada memek Cinta kupelankan untuk mencegah rasa sakitnya dan 10 menit kemudian Cinta merasakan kenikmatan.

“Ahh.. ahh.. arghh.. arghh.. Pak.. sekarang tdk sakit lagi.. sekarang jadi enak.. aahh.. aahh..”

Hampir setengah jam kemudian tiba-tiba Cinta mengeluarkan cairan dari dalam memeknya berikuttetesan darah dan langsung tubuh Cinta lemas lagi dan pingsan. Aku menyadari bahwa aku telah membobol keperawanan Cinta.

“Arrgghh.. Pak.. Cinta.. lemmaass..”

Aku agak kaget juga melihat keadaan Cinta yg secara tdk sengaja kubobol keperawanannya tapi karena sudah tanggung terus kugenjot batanganku ke memek Cinta yg sudah berdarah dan 10 menit kemudian keluarlah cairan dari dalam kemaluanku dengan derasnya memasuki liang memek Cinta hingga meluber ke pahaku.

“Crreet.. crreett..”

“Ssshh.. sshh.. aahh.. nikmatnya.. memek.. gadis ini..”

Langsung kucabut penisku dari memek Cinta dan kubaringkan Cinta yg pingsan di Sofa. Sisa cairan yg masih melekat di memek Cinta kulap dengan bajuku hingga bersih, sesudah itu kurapihkan baju Cinta dan kubiarkan Cinta yg masih pingsan tidur di Sofa, aku lalu membersihkan badanku sendiri.

10 menit kemudian Ratna, datang dari pasar sedangkan aku sudah memakai baju lagi. Sejak saat itu aku bermain dengan istriku jika dia di rumah, dengan Ratna jika istriku pergi dan Cinta sekolah, dengan Cinta jika istriku dan Ratna pergi.

Aku lakukan sudah hampir 3 bulan lamanya merasakan kenikmatan dari 3 perempuan di dalam rumahku, tapi sekarang aku sedang bingung sebab 2 bulan yg lalu akhirnya istriku mendapat berkah bahwa dia hamil 1 bulan, 1 bulan yg lalu giliran Ratna yg kuketahui bahwa dia hamil 1 bulan juga, sekarang 2 minggu yg lalu setelah kuajak Cinta periksa ke dokter dia sudah hamil 1 bulan juga. Duuhh.. pusingnya aku!

Updated: 2 November 2017 — 6:54 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sarang Bokep © 2017 Cerita Sex