Sarang Bokep

Cerita Sex, Foto Mesum, Video Bokep Indo

Cerita Sex, Nikmatnya Memek Cewek Perawan

Cerita Sex

©SarangBokep

Cerita Sex – Wulan adalah yang tergolong imut dan manis untuk gadis seusianya. Entah kenapa, aku ingin sekali bersetubuh dengan Wulan, aku ingin menikmati rasanya lubang kelamin Wulan, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit.

Ahhh.. nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu. Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya agar keperawanan Wulan bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tidak terasa, selesailah film panas yang sedang kami tonton. Suara Wulan akhirnya memecahkan keheningan.

Oom, tuh tititnya berdiri lagi. kata Wulan sambil menunjuk ke arah batang kemaluanku yang memang sedang tegang.

Iya nih Wulan, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya? jawabku santai.

Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Wulan ada beberapa pertanyaan buat Oom nih.

Wulan sepertinya ingin menanyakan sesuatu.Pertanyaannya apa? tanyaku.Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Wulan ngga ngerti? tanya Wulan.

Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa Wulan juga melakukan hal itu ke mama kan? jawabku menerangkan.Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama.

Wulan membenarkan jawabanku.Itulah seninya olahraga beginian Wulan, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa. Kataku memberi penjelasan ke Wulan.Wulan sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu? tanya Wulan lagi.

Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa. jelasku.Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.

Wulan harus tahu, jika Wulan melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan enak. tambahku. Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Wulan lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.

Wulan yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Wulan juga masih lama pulangnya, kalo Wulan memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana? aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Wulan, pastilah luar biasa.

Ayolah! Wulan mengiyakan.Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Wulan sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Wulan. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Wulan merasakan apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas.

Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis beWulan berumur 12 tahun.

Wulan hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yang tidak aneh lagi bagi Wulan.

Kusuruh Wulan untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Wulan protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Wulan telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Wulan mau melepas pakaiannya satu persatu.

Aku melihat Wulan melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Wulan tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.

Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Wulan yang baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Wulan sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang kubayangkan, puting susu Wulan yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku.

Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Payudara Wulan memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati.

Warna puting susu Wulan coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Wulan menyadarinya. Lalu Wulan melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Wulan masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai.

Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Wulan berbicara.Oke, sekarang dimulai yaaa?Kuberi tanda ke Wulan supaya tiduran di sofa.

Pertama sekali aku meminta ijin ke Wulan untuk menciuminya, Wulan mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Wulan memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yang penting bagiku, aku merasakan Wulanng perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Wulan hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.

Setelah puas aku menciuminya, Wulan, boleh ngga Oom netek ke Wulan? tanyaku meminta.Tapi Oom, tetek Wulan kan belon sebesar seperti punya mama. kata Wulan sedikit protes.

Ngga apa-apa kok Wulan, tetek segini malahan lebih enak. kilahku meyakinkan Wulan.Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja. jawab Wulan akhirnya memperbolehkan.Dijamin deh ngga sakit, malahan Wulan akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara. jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Wulan yang kiri, Wulan merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Wulan mulai mengalami penegangan total.

Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Wulan melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Wulan keenakan.Wulan terus merancau

keenakan, aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Wulan sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

Wulan, kocok dong tititnya Oom Bagas. aku meminta Wulan untuk mengocok batang kemaluanku.Wulan mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan.

Aku memakluminya, karena Wulan masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Wulan tersebut, maka kuminta Wulan untuk menghentikannya.

Selanjutnya, kuminta Wulan untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Wulan langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Wulan yang merekah.

Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Wulan yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Wulan yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya. Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Wulan dengan lembut, Wulan kembali melenguh. Lenguhan yang sangat erotis.

Meram melek kulihat mata Wulan menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Wulan menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.Oom, enak banget sih, Wulan senang sekali, terussinnn pinta Wulan.

Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Wulan, dan Wulan semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Wulan hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.Oommm ssshhh Wulan mau pipis nich..

Wulan merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.Tahan dikit Wulan tahan yaaa sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya. Udah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Wulan mengejang, tangan Wulan berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.

Wulan ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak.

Itulah cairan mani nikmatnya Wulan.Oohhh Oom Bagas Wulan merasa lemes dan enak sekali apa sih yang barusan Wulan alami, Oom? tanya Wulan antara sadar dan tidak.

Itulah puncaknya Wulan.., Wulan telah mencapainya, pingin lagi ngga? tanyaku.Iya.. iya.. pingin Oom jawabnya langsung.Aku merasakan kalau Wulan ingin merasakannya lagi.

Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Wulan istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Wulan untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin Wulan dalam keadaan segar bugar.

Tidak berapa lama, Wulan kulihat telah kembali fit.Wulan tadi Wulan sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Wulan ingin mencapainya lagi kan..? bujukku.

Iya Oom, mau dong Wulan mengiyakan sambil manggut-manggut.Ini nanti bukan puncak Wulan saja, tetapi juga puncak Oom Bagas, ini finalnya Wulan kataku lagi menjelaskan.Final? Wulan mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.

Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Wulan, Oom jamin Wulan akan merasakan sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi. akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.

Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Wulan kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. gede banget gitu Wulan sambil menunjuk lubang nikmatnya.Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..? pintaku lagi.Iya deh Oom Wulan secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Wulan yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit untuk memasukkannya.

Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Wulan merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Wulan mengaduh dan menjerit karena merasa perih.

Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.BlusssWulan menjerit cukup keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?Udah sayang tahan ya kataku sambil mengelus-ngelus rambut Wulan.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Wulan ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti.

Beberapa waktu, Wulan pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Wulan yang ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah.

Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Wulan pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Wulan kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Wulan aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya.

Aku merasakan Wulan sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Wulan. Aku ganti posisi.

Jika tadi aku yang di atas dan Wulan yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di bawah dan Wulan yang di atas. Wulan seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Wulan.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Wulan di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku.

Aku menegang hebat.Crruttt crrutttCairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Wulan, sedangkan Wulan sudah merasakan kelelahan yang amat sangat. Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Wulan.

Wulan kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Wulan langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya.

Aku rebahkan tubuh mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Wulan atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Begitulah pengalaman cerita sex ku bersama dengan cewek imut yang masih perawan. Dan kali ini hubunganku bersama Wulan masih berlanjut hingga ia sekarang tumbuh menjadi wanita yang dewasa, dan tak lupa sampai saat ini kami masih melakukan hubungan kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sarang Bokep © 2017 Cerita Sex